Tujuan
- Menjaga kelancaran pernafasan, mencegah materi asing terhirup.
- Membantu pasien batuk.
- Mencegah terjadinya komplikasi.
Metode
- Cuci tangan dengan benar.
- Aktifkan tombol suction pressure gauge, atur hingga ke tekanan yang sesuai (dewasa 100 ~ 150 mmHg, anak kecil 100 ~ 120 mmHg, balita 80 ~ 100 mmHg). Tekanan jangan terlalu besar karena dapat merusak selaput lendir.
- Sebelum sedot dahak, berikan 100% oksigen selama 1 menit untuk mencegah oksigen rendah.
- Kenakan sarung tangan steril.
- Ambil selang sedot dahak dan sambungkan ke sistem dahak dengan teknik steril.
- Urutan sedot dahak: riak yang terkumpul di rongga mulut (setelah disedot, ganti selang sedot dahak) àselang endotrakea atau saluran selang trakea -> rongga hidung-> rongga mulut.
- Kedalaman pemasangan: mulut (10~15cm), hidung (15~20cm), tabung trakeostomi (15~20cm), tabung endotrakeal (35~50cm). Saat memasukkan kateter penghisap, jangan menekan mulut pengontrol kateter penghisap (dalam keadaan tidak menghisap) untuk mencegah kerusakan mukosa dan hipoksia.
- Saat menyedot, tahan pangkal sedot, sedot dari dengan cepat, lembut, dari arah lurus linear. Waktu sedot tidak melebihi 15 detik.
- Saat sedot dahak, perhatikan warna kulit pasien, jika wajah pasien membiru, segera hentikan penyedotan dan berikan oksigen.
- Selesai sedot dahak, berikan 100 % oksigen selama 1 menit untuk mencegah kadar oksigen rendah.
- Gunakan air bersih untuk membersihkan dinding selang sedot, mencegah perkembangbiakan kuman, bakteri.
- Selesai sedot dahak, perhatikan pernafasan, tekanan darah, tekanan jantung pasien.
- Tutup mesin sedot dahak, buang selang sedot dahak di kantong plastik infeksius, dapat dibakar.
- Cuci tangan dengan benar.
![]() |
![]() |
![]() |

.jpg)
.jpg)
.jpg)